Ahad, 22 Mac 2009

Per3Mpu@N LaNgs!n9 tid@k LaKu !!

•19 Maret 2009 • & Komentar

Perempuan langsing tidak laku !!! Nahh .. itulah yang terjadi di Mauritania. Waachhh .. kejam ya !! padahal kalau di Indonesia lebih banyak perempuan yang menginginkan tubuhnya langsing dan ideal :)

Gadis-gadis yang akan menjadi pengantin akan dipaksa menjadi gemuk untuk menghormati suaminya. Besarnya bentuk badan mereka, menunjukkan besarnya cinta mereka kepada sang suami.

Sebenarnya tradisi “pemaksaan” terhadap wanita ini sudah ditanggalkan bertahun-tahun lalu. Namun sejak kembalinya pemerintahan junta militer ke negara di Afrika Barat tersebut, tradisi lama itu dihidupkan lagi.

Aminetou Mint Ely, seorang pejuang hak asasi wanita mengatakan sejak menginjak usia lima tahuan, seorang gadis diwajibkan menjalani tradisi yang disebut leblouh tiap tahunnya.

Digambarkannya, tradisi tersebut adalah memaksa wanita memakan berkarung-karung makanan dan minuman. Bahkan mereka dipaksa memakan muntahannya sendiri jika menolak.

“Di Mauritania, ukuran tubuh wanita mencerminkan seberapa luas dia menempati hati suaminya,” ujar Mint Ely Ketua the Association of Women Heads of Households.

Menurutnya junta militer telah membawa bangsa Mauritania mundur.

“Kita semakin mundur. Padahal kita sudah mempunyai menteri urusan wanita. Kuota 20 pratus wanita di parlimen sudah terpenuhi. Kita juga punya diplomat dan gabenor perempuan. Militer telah memaksa kita mundur seperti puluhan tahun lalu. Menteri urusan wanita sudah tidak bisa angkat bicara,” kecamnya.

Mauritania telah mengalami sejumlah kudeta kepemimpinan sejak merdeka dari Prancis pada 1960. Agustus tahun lalu, panglima tentara Jenderal Mohamed Ould Abdelaaziz mengambil alih kekuasaan dari presiden yang terpilih melalui pemilu, karena memecatnya.

Pembela hak-hak anak , Fatima M’baye menyoroti tentang pernihakan di bawah umur.

“Saya tidak pernah bisa memperkarakan kasus pemaksaan anak-anak untuk makan supaya menjadi gemuk. Para politikus takut untuk mempertanyakan tradisi usang tersebut. Pernikahan di wilayah pedesaan biasanya dilakukan di bawah hukum adat atau melalui marabou (kiai). Tidak ada otoritas negara yang mengecek usia para mempelai wanita,” katanya.

Dia menambahkan, Mauritania telah menandatangani dua perjanjian, negara-negara Afrika dan internasional tentang perlindungan anak.

Leblouh adalah tradisi menikah muda yang seringkali melibatkan anak-anak usia lima, tujuh, atau sembilan tahun. Sebelum menikah, mereka diharuskan makan banyak untuk menjadi gemuk, supaya mereka bisa segera menikah. Lebuh mudah lebih baik.

Gadis-gadis itu akan dipisahkan dari keluarganya untuk dibawa ke tempat “penggemukan”.

Di sana mereka akan diasuh oleh makcik atau neneknya. Mereka diberi makan beras, minum susu unta dan air dengan macam jumbo. Dalam sehari mereka diharuskan makan dua kilo beras yang dicampur dengan dua gelas mentega dan 20 liter susu unta.

Waaahhh … mengerikan :cry: padahal ariff aja kalau dah males makan nggak bakal makan :) Gemuk itu cantik bila sesuai .. hiiii .. kalau berlebihan seperti gadis-gadis di Mauritania ini .. sungguh ini penyiksaan namanya. ariff jadi makin bersyukur karana hidup di Malaysia yang tidak ada tradisi yang demikian itu

Tiada ulasan:

Catat Ulasan